Masih ingat salah satu penyebab kekalahan Indonesia dalam memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan dengan Malaysia? Ya, karena tidak ada mata uang rupiah yang beredar di dua pulau tersebut. Transaksi menggunakan mata uang sendiri ternyata menjadi pertimbangan terhadap kedualatan sebuah negara di suatu tempat.

Makanya, atas kekelahan itu, pemerintah, khususnya Bank Indonesia, kemudian memperkuat distribusi mata uang rupiah di perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia. Tujuannya agar kekalahan atas Sipadan dan Ligitan tak terulang kembali.

Sejatinya, fungsi politis mata uang terhadap kedualuatan sudah diterapkan sejak awal berdirinya republik ini. Buku Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949 (Orida) menjelaskan itu semua. Antara tahun 1947-1949, untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari agresi militer Belanda, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi mengizinkan daerah-daerah untuk menerbitkan dan mendistribusikan uang atau alat pembayaran lokal. Penerbitan uang lokal itu dilakukan karena produksi dan distribusi Oeang Republik Indonesia (ORI) terhenti akibat agresi militer Belanda.

Michell Suharli, salah satu penulis buku Orida, menjelaskan, dalam situasi darurat yang mengancam Kemerdekaan Republik Indonesia saat itu, penerbitan oeang Republik Indonesia daerah (ORIDA) mengandung makna tentang eksistensi dan kedaulatan Bumi Pertiwi. Masyarakat internasional memahami bahwa sebuah negara merdeka memiliki mata uang tersendiri dan pengakuan kedaulatan dari negara lain ketika mata uang itu memiliki nilai tukar (kurs) terhadap mata uang negara-negara lain.

Sementara, Suwito Harsono, penulis lainnya, memaparkan bahwa bidang Numisamatika mendukung perekonomian bangsa dan negara. Numismatika adalah kegiatan atau studi mengumpulkan mata uang, termasuk: koin, token, uang kertas dan benda-benda terkait lain. Numismatika mempelajari, antara lain sejarah mata uang itu, cara pembuatan, ciri-ciri, variasi hingga sejarah politik terbentuknya mata uang.

Buku ORIDA memuat uang daerah yang mengandung banyak informasi untuk diteliti dan merefleksikan situasi budaya, ejaan, jenis huruf, dan pejabat. ORIDA memuat uang dan alat tukar berbahan kertas yang saat ini jumlahnya sudah sangat terbatas, kondisi umumnya tidak bagus lagi dan jarang dikoleksi oleh para numismatis. Buku ini merupakan heritage dari perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jadi, Anda yang tertarik untuk memahami perjalanan sejarah mata uang republik ini, buku Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949 sudah seharusnya dibaca.

Media : SindoWeekly
Terbit : 3 Maret 2020
Penulis : –
Url : http://www.sindoweekly.com/educare/daily/03-03-2020/orida-mengungkap-fungsi-politis-uang